Bentrokan antar suporter itu menyebabkan sembilan suporter Gresik harus dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka cukup serius, sementara belasan lainnya luka-luka.
"Saya menyesal sekali dengan kejadian itu. Kebetulan saat itu saya sedang tak di tempat. Tapi ini semua bukanlah masalah saya ada di tempat atau tidak," ujar Edy di Kantor PT Cilangkap TNI
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski baru berjalan beberapa pekan, ISC saat ini berada dalam sorotan. Itu menyusul sejumlah insiden kekerasan yang terjadi di kompetisi gagasan PT Gelora Trisula Semesta (GTS) itu.
Pada laga kandang Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno, salah satu suporter Macan Kemayoran, Jakmania, Muhammad Fahreza meninggal. Eja, sapaan akrabnya diduga tewas karena tindak penganiayaan oleh salah satu oknum aparat keamanan.
Di Sleman, bentrok antarsuporter PSIM Yogyakarta, Brajamusti, dengan PSS Sleman mengakibatkan satu orang tewas.
Stanislaus Gandhang Deswara, Anggota Brigata Curva Sud (BCS), salah satu sempalan kelompok suporter PSS, tewas akibat bentrokan yang terjadi di Jalan Magelang KM 14, Triharjo, Sleman, Minggu (22/5) dini hari WIB.
Pihak kepolisian pun masih mengusut kejadian tersebut sebelum menetapkan tersangka pembunuhan suporter berusia 16 tahun itu.
Presiden Brajamusti, Rahmat Kurniawan, beserta sejumlah koordinator lapangan suporter itu juga telah memenuhi panggilan Polresta Sleman untuk dimintai keterangan. (bac)