Xavi merupakan gelandang legendaris sekaligus pemain kunci Barcelona di bawah asuhan Guardiola. Mereka memenangi 14 trofi termasuk dua titel Liga Champions yang diraih dalam kurun empat musim pada medio 2008 hingga 2012.
Guardiola pun melanjutkan kesuksesannya kala menukangi Bayern Munich sejak 2013. Ia mampu menyumbangkan gelar Bundesliga selama tiga musim beruntun serta dua titel Piala Liga Jerman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Xavi yang kini bermain untuk klub Liga Qatar, Al Sadd, berharap mantan pelatihnya itu akan menularkan dampak besar di Liga Primer Inggris.
"Apabila ada seseorang yang memiliki kemampuan untuk mengubah mentalitas bermain sebuah tim, dia adalah Guardiola."
Kendati demikian, Xavi juga tak memungkiri bahwa nantinya bakal ada tekanan besar yang menanti Guardiola. Sebab, semua orang selalu berharap lebih dari pelatih jenius tersebut.
"Tapi tanpa diragukan lagi dia adalah salah satu pelatih terbaik di dunia saat ini."
Ya, pelatih yang identik dengan kepala plontos itu bakal menghadapi ujian berat di kompetisi paling kompetitif di dunia. Tak hanya harus bersaing dengan klub yang punya kualitas setara, Guardiolan juga akan bersaing dengan deretan manajer terbaik pula.
Sebut saja Claudio Ranieri yang baru saja mengukir sejarah bersama Leicester City. Juergen Klopp yang membawa filosofi gegenpressing ke Liverpool serta Jose Mourinho, pelatih kharismatik yang ditargetkan untuk mengembalikan kejayaan Manchester United. (jun)