Kemenangan atas dua tim raksasa lainnya, Barcelona dan Bayern Munich, menjadi modal positif untuk mengempaskan hegemoni Los Blancos di kompetisi antarklub paling bergengsi di Benua Biru tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Simeone menilai Madrid punya karakter berbeda dengan Barca. Los Blancos cenderung memeragakan serangan langsung ke jantung pertahanan dan berbahaya dalam memanfaatkan situasi bola mati.
"Tapi, kami sudah siap dan akan memperlihatkan permainan sesuai dengan cara kami sendiri. Semoga, itu semua cukup bagi kami untuk melakukan sesuai keinginan, yaitu untuk meraih kemenangan," ucap Simeone.
Pelatih yang pernah memperkuat Internazionale Milan dan Lazio itu mengaku tak menyimpan dendam ketika harus menelan pil pahit kalah 1-4 dari Madrid di final Liga Champions edisi 2014.
"Dendam adalah kata negatif karena menggambarkan kekalahan. Sedangkan, 'kesempatan' berbicara tentang optimisme, percaya diri, dan itulah yang ingin kami tunjukkan di final Liga Champions." (jun)