Sejak itu, Torres jadi suporter Atletico. Menjadi suporter Atletico, itu berarti Torres masuk dalam golongan minoritas di lingkungannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ada di antara mereka dengan menggunakan jaket Atletico untuk menunjukkan jati diri saya. Namun dalam hati, saya hampir selalu kecewa karena hasil buruk tim yang didapat di akhir pekan," tutur Torres seperti dikutip dari Guardian.
"Mungkin anak kecil bertanya mengapa harus jadi suporter Atletico bila tim tersebut selalu kalah dan suporter Madrid selalu tampak gembira."
"Namun kenyataannya suporter Madrid tidaklah selalu gembira. Bila kami mengalami tekanan dalam hati kami, maka suporter Madrid selalu dalam tekanan soal hasil tim (yang harus positif)," ujar Torres.
Dan pada akhirnya Torres benar-benar bukan hanya jadi suporter Atletico, melainkan juga ikon Atletico. Torres telah membela Los Rojiblancos sejak usia 16 tahun.
Namun ternyata Torres tak pernah benar-benar jadi ikon Atletico sepanjang kariernya.Torres memutuskan hijrah ke Liverpool di usia 23 tahun dan kemudian bertualang ke Chelsea dan AC Milan.
Di usia 30 tahun, Torres kembali ke Atletico dengan status sebagai pemain pinjaman. Torres kini punya peluang untuk memberikan gelar bagi Atletico saat tim tersebut berlaga di final Liga Champions lawan Real Madrid, rival sekota sekaligus pemilik mayoritas suara di Madrid. (ptr)