Skor sementara imbang 1-1 usai CLS Knights Surabaya mengalahkan PJ di game kedua dengan skor 59-54. Di game pertama, PJ lebih dahulu menang dengan skor 77-70.
Pelatih PJ, Benjamin Alvarezsipin III 'Benji', menilai kekalahan timnya di game kedua disebabkan para pemainnya banyak yang kurang memanfaatkan peluang mencetak angka dengan baik. Karenanya, ia tak ingin hal yang sama terulang di laga terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada game terakhir, Benji akan berusaha keras agar timnya tidak banyak kecolongan. Dalam game kedua, Benji mengaku banyak kecolongan dari shooting guard CLS, Sandy Febiansyakh, yang mencetak total 4 poin dalam 30,75 menit waktu bermain.
Sementara itu, Brandon berharap laga terakhir PJ dapat bermain lebih baik lagi. Ia pun mengaku tidak tegang bertanding di laga puncak yang dihadiri oleh ribuan penonton.
"Ini adalah bola basket, semua bersemangat ketika ingin bermain. Kami ingin bermain dengan mengeluarkan kemampuan kami masing-masing semaksimal mungkin," ujar pebasket bernomor punggung 23 tersebut. (bac)