Rojiblancos tumbang dalam drama adu penalti, 3-5, setelah pertandingan berakhir 1-1 selama 120 menit di Stadion San Siro, Minggu (29/5) dini hari WIB. Duka Griezmann semakin bertambah lantaran ia bisa saja menjadi pahlawan untuk Atletico.
Pasalnya pada menit ke-48, Atletico yang tertinggal 0-1 lewat gol cepat Sergio Ramos di menit ke-15 seharusnya bisa mencetak gol lewat titik putih, andai Griezmann tak menyia-nyiakan kesempatan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak pelak, Griezmann menjadi pemain pertama dalam sejarah final Liga Champions yang sepakan penaltinya gagal bukan karena andil penjaga gawang.
Namun berbeda dengan Griezmann, keempat penendang itu gagal menunaikan tugasnya karena sepakan penalti mereka dihalau penjaga gawang tim lawan.
Pasalnya, pemain berusia 25 tahun itu sebenarnya merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan Atletico menembus partai final Liga Champions.
Griezmann secara beruntun merupakan pahlawan Atletico ketika membawa klub La Liga itu melewati babak perempat final dan semifinal dari adangan Barcelona dan Bayern Munich.
Di babak perempat final menghadapi Barcelona, Atletico yang tumbang 1-2 di leg pertama berhasil lolos ke babak selanjutnya. Itu berkat dua gol Griezmann di leg kedua tak mampu dibalas raksasa Katalonia itu.
Aksi Griezmann kembali berulang ketika satu golnya di leg kedua semifinal melawan Munich, berhasil memastikan satu tiket di final. Pasalnya, Atletico unggul gol tandang atas jawara Jerman tersebut.
Namun, meski sempat menebus kegagalannya dengan menjadi eksekutor pertama Atletico yang sukses dalam drama adu penalti, Griezmann harus gigit jari. Ia harus menyaksikan rekannya, Juanfran, gagal menjebol gawang Navas, yang disusul dengan gol kemenangan Madrid oleh Cristiano Ronaldo.
Hasilnya, akhir musim bomber yang telah mencetak 32 gol dari 54 laga bersama Atletico musim itu berakhir dengan kekecewaan di hadapan publik San Siro. (bac)