Marin mendapat perlawanan sengit dari Hera pada gim pertama. Setelah merebut gim pertama, permainan Marin membaik dan mendominasi penuh laga di gim selanjutnya.
“Saya senang bisa menang di laga pertama ini karena laga pertama pada tiap turnamen tidak akan pernah jadi mudah.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Hera Desi mengakui bahwa Marin memang memiliki level permainan yang lebih baik dari dirinya.
"Marin memiliki jam terbang lebih banyak, staminanya pun lebih bagus dibandingkan saya," kata Hera.
Dengan keberhasilan lolos ke babak kedua, Marin bakal mendapat ujian berat lantaran harus menghadapi bintang muda Jepang, Akane Yamaguchi.
Meskipun Akane tak masuk dalam daftar unggulan, namun Marin tak mau menyepelekan duel nanti. Pasalnya, Marin kalah di duel terakhir lawan Akane.
“Saya harus secepatnya fokus di babak kedua nanti. Lawan Akane tak akan menjadi laga yang berat bagi saya, terlebih saya kalah di duel terakhir lawan dirinya,” kata dua kali pengoleksi titel juara dunia ini.
Marin sendiri memiliki kenangan bagus dengan Istora Gelora Bung Karno. Pada tahun lalu, Marin memastikan titel juara dunia 2015 di Istora dengan mengalahkan Saina Nehwal, 21-16, 21-19 di babak final. (bac)