Seperti dikutip dari rilis resmi perwakilan Daud yang diterima, sang petinju akan memperebutkan gelar juara kelas ringan WBA International dengan petinju Argentina Rafael Cristian Coria.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan perbedaan waktu 10 jam antara Indonesia dan Uruguay, serta cuaca yang dingin, Daud sudah berangkat ke Montevideo dua minggu sebelum pertarungan untuk melakukan adaptasi.
“Saya akan tampil agresif sejak awal pertandingan dan menjalankan strategi yang sudah disiapkan Craig (Christian). Saya lakukan itu karena saya yakin dengan taktik dan strategi Craig. Bahkan, saya yakin bisa menyelesaikan pertarungan ini kurang dari 12 ronde,” katanya.
Sementara itu, promotor Raja Sapta Oktohari menyatakan kegembiraannya bisa kembali berkolaborasi dengan penata tanding internasional Sampson Lewkowicz. Lewkowicz mendapat julukan Picasso karena kepiawaiannya mempertemukan petinju-petinju besar dunia dalam satu ring. Lewkowicz juga yang membantu Chris John menjadi WBA Super Champion.
“Saya percaya kami akan membuka lembaran kisah baru dan membuat sejarah baru lewat pertarungan di Uruguay ini. Saya juga berterimakasih pada Presiden WBA, Gilberto Mendoza, Jr. yang telah mendukung tinju profesional di Indonesia,” kata Oktohari.
Selain Daud Yordan versus Coria sebagai partai utama, gelaran ‘Battle in Uruguay’ ini juga akan menampilkan partai tambahan. Partai-partai tambahan itu adalah Caril Herrera (Uruguay) vs Guillermo Osvaldo Soloppi (Argentina) yang memperebutkan gelar WBA Fedebol kelas bantam, dan perebutan gelar juara dunia WBA Female kelas ringan antara Cecillia Comunales (Uruguay) dan Valeria Rodrigues dos Santos (Brasil).
(kid)