Berdasarkan data dari tim media Mahkota Promotion, Daud Yordan mengakui laga itu tidak berjalan mudah. Namun, petinju yang akrab dipanggil Cino itu mampu bangkit dan menjalankan instruksi sang pelatih, Craig Christian.
"Saya terkena lucky blow (pukulan yang tidak disengaja). Tapi hal ini lumrah di tinju. Yang paling penting saya bisa memenangkan pertarungan dan membawa sabuk juara ini ke Indonesia," kata petinju dari Sasana Kayong Utara, Kalimantan Barat itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini menjadi kebanggaan untuk kita semua. Terima kasih atas dukungannya," kata pria yang juga pemegang sabuk kelas ringan WBO Asia Pasifik itu.
Untuk ronde berikutnya, Daud Yordan bertarung lebih agresif meski lawan tidak kalah gesit dalam menghindar dan beberapa kali melakukan serangan dengat cepat. Beberapa pukulan Cino mampu masuk sehingga membuat lawan mulai menjaga jarak.
Pada ronde berikutnya, pertarungan sedikit mengendur. Terlihat kedua petinju mulai mengatur ritme pertarungan. Namun, beberapa kali kedua petinju melakukan jual beli serangan, meski tidak seagresif pada dua ronde awal yang berlangsung dengan ketat.
Tak ingin pulang tanpa gelar, Daud Yordan memberikan tekanan pada ronde-ronde berikutnya. Bahkan petinju asal Kalimantan Barat ini mampu mendominasi jalannya pertarungan. Dan akhirnya wasit memberikan kemenangan angka pada Daud Yordan dengan skor 97-92, 96-93 dan 97-92.
(antara)