"Tentang balapan ini, tak bisa dibayangkan kembali melakukan kesalahan seperti ini lagi, dan ketika dia telah melakukannya, bukannya mengatakan 'maaf' dia malah bertanya kepada saya apakah saya mengalami masalah mesin atau sesuatu aneh di tikungan," tukas Lorenzo seperti dikutip Crash.net.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu Lorenzo dan Iannone sedang memperebutkan posisi kelima dalam balap. Ianonne menabrak Lorenzo dari belakang sehingga keduanya terjatuh dan tak bisa melanjutkan balap.
Kesalahan Iannone itu seolah mengulangi kebodohan yang sama saat ia menabrak rekan satu timnya sendiri di Ducati, Andrea Dovizioso dalam MotoGP Argentina.
Terkait insiden yang menimpa dirinya, Lorenzo pun mengecam jika Race Direction tak memberikan hukuman yang lebih berat terhadap Iannone.
"Selalu ada satu pebalap yang tak mengerti risiko, dan bahwa tindakannya bisa menyebabkan cedera serius bagi pebalap lain. Jika Race Direction tidak memberinya hukuman berat seperti yang mereka jatuhkan kepada saya [larangan balap] pada 2005, para pebalap seperti ini tidak akan mengerti bahwa mereka harus mengubah mentalitasnya," ujar Lorenzo.
Akibat gagal finis itu Lorenzo tersalip oleh pebalap Repsol Honda di klasemen perburuan titel juara dunia MotoGP 2016. Kini Marquez memimpin dengan selisih 10 poin dari Lorenzo.
Direktur Tim Yamaha Massimo Meregalli menegaskan Iannone tak bisa diberi hukuman biasa lagi karena insiden kecelakaan di MotoGP itu model kesalahan yang terulang kembali.
Lorenzo sendiri mulai musim depan tak akan membalap untuk Movistar Yamaha. Ia akan hijrah ke Ducati, dan posisi pebalap yang digesernya adalah Iannone.
(kid)