Pada 2013 silam, pengusaha Indonesia itu mengakuisisi 70 persen saham Inter Milan senilai 250 juta euro (data Forbes), sementara 30 persennya tetap dipegang mantan presiden Inter Massimo Moratti.
Kedatangan Grup Suning membuat Erick Thohir kini hanya memiliki 31 persen saham klub, sementara Moratti nyaris melepas seluruh saham miliknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat tertarik menjadi bagian dalam sejarah FCIM (Inter Milan) dan saya yakin kalian juga sama tertariknya," ucap Jindong.
Menurutnya, pembelian saham Inter Milan ini merupakan peluang besar bagi pihaknya. "Kami sangat berterima kasih kepada Inter Milan karena telah memilih Suning di antara sejumlah kandidat," tutur Jindong.
"Kami percaya Inter Milan akan menjadi klub yang semakin internasional. Kami akan membuat klub lebih kuat," tutur Jindong.
Grup Suning adalah salah satu perusahaan perdagangan terbesar di China yang membidik pasar pedesaan dan pinggiran kota. Mereka memiliki lebih dari 1600 toko yang tersebar di lebih dari 700 kota di China.
Pada 23 Mei lalu, perusahaan barang-barang elektronik dan alat rumah tangga tersebut juga menanamkan uang lima miliar Yuan, atau setara Rp10,35 triliun, untuk membuka 1500 toko tambahan dan membangun 10 ribu lokasi agen baru.
Suning menjual 19,9 persen saham mereka kepada perusahaan raksasa China lainnya, Alibaba, pada Agustus 2015 lalu dan mendapatkan suntikan modal senilai 28,3 miliar Yuan, atau setara Rp58,68 Triliun.
Dengan inti bisnis seperti itu, Suning masuk ke dalam daftar tiga besar perusahaan non-pemerintah terkaya China. Pendapatan per-tahun mereka mencapai US$20 miliar.
Lihat juga:Suning Resmi Beli 68,55 % Saham Inter Milan |
(vws)