Sharapova menyebut hukuman skors tersebut "terlalu keras" dan "tidak adil" terhadap dirinya.
Pada Rabu (8/6), tribunal ITF menjatuhkan sanksi untuk mantan petenis nomor satu dunia itu karena terbukti positif mengonsumsi meldonium, zat yang dinyatakan terlarang oleh Badan Agensi Anti-Doping Dunia. Sharapova telah memberikan pembelaannya di hadapan sidang tribunal beranggotakan tiga orang pada 18-19 Mei lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika tribunal telah menyimpulkan bahwa saya tidak dengan sengaja melanggar peraturan anti-doping, maka saya tidak bisa menerima skors dua tahun yang tidak adil ini. Tribunal, yang anggotanya dipilih oleh ITF, menyepakati bahwa saya tidak melakukan kesalahan dengan sengaja, tapi mereka tetap menjauhkan saya dari tenis dua tahun."
Tribunal mengeluarkan kesimpulan sebanyak 33 lembar dan mengatakan bahwa Sharapova adalah "perancang tunggal ketidakberuntungannya."
"Sangat penting bagi semua pemain untuk awas dengan peraturan dan mengikutinya," kata Steve Simon, pemimpin Asosiasi Tenis Wanita.
Sharapova pada Februari lalu dinyatakan positif mengonsumsi Meldonium. Ia mengaku mengonsumsi zat tersebut dalam bentuk lainnya yang dikenal dengan nama Mildronate.
Mantan petenis nomor satu dunia itu juga mengakui bahwa ia gagal membaca instruksi ITF pada September 2014 bahwa Meldonium akan dilarang mulai tahun 2015.
Menurut pengacara Sharapova, John Haggerty, kliennya mulai menggunakan meldonium setelah dokternya "melakukan serangkaian tes secara menyeluruh untuk menentukan kondisi medis yang membuatnya sering sakit."
Hasil Elektrokardiogram (EKG) Sharapova dinilai memiliki "keabnormalan" dan juga adanya "beberapa indikasi diabetes". Hal inilah yang membuat dokter menyarankan petenis 29 tahun itu untuk mengonsumsi beberapa obat, termasuk di antaranya meldonium. (vws)