Anggaran Satlak Prima terkena imbas pemotongan sebesar Rp167,5 miliar yang dinilai akan berpengaruh kepada pencapaian Indonesia di Asian Games 2018 (AG2018). Kontingen Indonesia sendiri ditargetkan menembus 10 besar di AG2018 yang akan digelar di Jakarta dan Palembang.
"Target itu bisa dicapai apabila faktor-faktor yang berkontribusi langsung terhadap itu terpenuhi. Salah satu faktor yang paling penting adalah anggaran," kata pria yang akrab dipanggil Tjipto ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisa anggaran Rp500 miliar itu, Satlak Prima menggunakan sekitar Rp60 miliar untuk keperluan paralimpiade.
Anggaran ini lah yang terkena pemangkasan lagi Rp167,5 miliar sehingga sisa dana mereka adalah kurang lebih Rp273 miliar.
Dari sisa anggaran tersebut, Satlak Prima mengalokasikan untuk pembayaran hal-hak mutlak atlet senilai Rp180 miliar dan keperluan lainnya sebesar Rp80 miliar.
Artinya, dana yang dimiliki Satlak Prima tinggal Rp13 miliar.
"Tersisa sekitar Rp13 miliar, itu mau dipakai apa? Padahal kebutuhan cabor itu kan masih ada untuk try out, pengobatan. Artinya apa? Kencangkan ikat pinggang Anda. Tidak ada lagi anggaran, di antaranya untuk peralatan," ucap Tjipto.
Tjipto menerangkan bahwa kebijakan tak menyediakan peralatan ini tegas berlaku bagi cabang olahraga yang pada 2015 lalu telah membeli peralatan. Ia juga meminta Pejabat Pembuat Komitmen mendukung kebijakannya menyetop pengadaan peralatan.
Tjipto percaya dinamika anggaran akan berangsur normal kembali dan kebutuhan Satlak Prima pada akhirnya nanti akan terpenuhi. Akan tetapi, katanya, saat ini Satlak Prima harus melakukan revisi program.
Tjipto mengaku sudah mengatakan kepada PB-PB agar dapat menyesuaikan dengan 'turbulensi' yang terjadi di Indonesia.
"Nah dalam rangka turbulensi ini, yang harus kami bilang ke PB adalah peralatan tidak ada. Kenapa? Karena mereka sudah didukung peralatan tahun 2015. Jadi kalau mau mengadakan peralatan baru, peralatan yang lama harus dilihat dan diinspeksi lagi: layak pakai atau tidak."
"Saya tidak mau korbankan program-program yang lebih penting: kepelatihan, itu yang utama. Dari PB sudah setuju semua," ujar Tjipto.
(vws)