Gol Messi, bersama dua assist miliknya, berhasil membawa Argentina melaju ke final Copa America Centenario. Ini adalah kali keempat Messi mampu membawa Argentina masuk ke final turnamen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hampa gelar Argentina yang terjadi sejak tahun 1993 kemudian turut membuat tekanan publik terhadap tim nasional Argentina, khususnya Messi, semakin besar.
Di tiap kegagalan Messi, media langsung berlomba-lomba menunjuk Messi sebagai kambing hitam meskipun dirinya tak melakukan kesalahan langsung di partai puncak.
Publik seolah lupa bahwa Argentina era saat ini adalah Argentina sarat bintang dan bukan hanya diisi oleh Messi seorang. Pasalnya, seluruh kekalahan Argentina seolah hanya dibebankan kepada bintang Barcelona tersebut.
"Situasi seperti ini sering terjadi di sepakbola. Namun yang harus diingat adalah kami mencapai final dan bukan hanya terhenti di babak kedua. Mencapai final bukanlah sebuah hal yang mudah."
"Seperti halnya di Copa America. Kami kalah di adu penalti. Namun apakah media seolah ingin menghancurkan saya usai hal tersebut, saya tak mau lagi membahasnya dan tak lagi merasa terganggu," ujar Messi dalam wawancara sebelum Copa America Centenario berlangsung.
Kini Messi kembali berada di final keempatnya, Copa America Centenario. Kolombia atau Chile bukan lawan yang bakal mudah dihadapi oleh Argentina.
"Kami harap untuk kali ini kami tak melepaskan peluang yang ada. Kami layak merasakan sukses setelah terus bekerja keras selama bertahun-tahun," ucap Messi usai laga semifinal.
Trofi Copa America Centenario ini sendiri sangat penting bagi Messi dan Argentina. Bila sukses jadi juara di sini, Messi dan Argentina bisa lebih percaya diri menatap Piala Dunia 2018 tanpa dibayang-bayangi kegagalan demi kegagalan di partai final pada tahun-tahun sebelumnya. (ptr)