Mengutip dari Aftonbladet, Ljungkvist mengatakan mengalami masalah dengan perut di menit-menit akhir pertandingan. Ljungkvist pun tidak mampu menahan kentut dan melepaskannya ketika berada di dekat wasit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tanya, 'Apakah pemain tidak boleh kentut di lapangan?'. Dia bilang, 'Tidak!'. Wasit mengatakan saya melakukan perilaku tidak sportif. Saya hanya bisa tertawa usai pertandingan. Ini jelas tidak biasa. Saya tidak pernah mendengar ada pesepakbola diusir wasit karena kentut," sambungnya.
"Itu pertandingan yang buruk, keputusan yang buruk, dan itu pendapat kami. Kami tidak peduli dengan pendapat orang lain mengenai insiden itu. Kami terus maju," tulis pihak Pershagen SK melalui Facebook.
Wasit Dany Kako yang memimpin pertandingan mengatakan Ljungkvist sengaja kentut sebagai bentuk provokasi.
"Saya menganggapnya sebagai provokasi. Dia sengaja melakukannya dan itu perilaku tidak sportif. Untuk itu dia mendapatkan kartu kuning. Ya, aneh memang mendapatkan kartu kuning karena kentut di lapangan. Tapi, dia sengaja melakukannya," ucap Kako. (har)