Itu dipastikan setelah Chile sukses melaju ke final. Sempat diwarnai hujan lebat dan laga sempat ditunda, La Roja mampu mengalahkan Kolombia 2-0 di Stadion Soldier Field, Chicago, Rabu (22/6) malam waktu setempat.
Chile langsung membobol gawang Kolumbia pada menit ketujuh melalui tendangan Charles Mariano Aranguiz.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada menit ke-11, penyerang sayap Chile, Jose Fuenzalida, menggandakan skor kemenangan untuk timnya. Gol berawal dari umpan langsung kiper Chile, Claudio Bravo kepada Alexis Sanchez ke jantung pertahanan Kolombia.
Jeda dari babak pertama ke babak kedua berlangsung sangat lama hingga hampir tiga jam akibat hujan lebat dan serangan petir.
Wasit Joel Aguilar baru melanjutkan laga babak kedua pada pukul 22.30 malam waktu setempat.
Tak ada lagi gol tercipta pada babak kedua sehingga laga ditutup dengan kemenangan Chile 2-0 atas Kolombia.
Tak ayal, Chile akan kembali menghadapi Argtentina yang bersiap membalaskan dendam mereka. Pada Copa America 2015, Tim Tango gagal meraih juara setelah kalah adu penalti dari Chile di laga final.
Pada semifinal sebelumnya, Argentina sukses mengalahkan tuan rumah Amerika Serikat 4-0 sehingga mulus melenggang ke final Copa America Centenario 2016. (bac)