"Kebijakan itu harus kita lihat sebagai tindakan pencegahan. Kita harus melihat sejarah kedua suporter selama beberapa musim terakhir," kata Joko Driyono yang dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (23/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Ketua Umum Jakmania Richard Ahmad Supriyanto mengaku kecewa dengan keputusan sepihak yang dikeluarkan operator ISC. Apalagi, Jakmania telah mendapatkan lampu hijau dari pejabat daerah setempat terkait kemungkinan menerima mendampingi Persija di Jawa Barat.
Jakmania, lanjut Richard, sudah melakukan pertemuan dengan Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Bambang Waskito di Bandung pada pekan lalu.
Tak hanya itu, Richard pun sudah menjalin komunikasi dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Jakarta. Senada dengan Ridwan Kamil dan Bambang Wakito, Aher -sapaan Ahmad Heryawan- pun menyambut positif rencana Jakmania.
Jakmania juga memegang janji pihak kepolisian yang sempat menyatakan bakal melakukan pengawalan yang sama ketika Bobotoh mendampingi Persib di final Piala Presiden dan Piala Bhayangkara di Jakarta.
Kendati demikian, Joko bersikukuh bahwa kondisinya saat ini berbeda. Ia berharap Jakmania dapat bekerja sama dengan baik mengenai keputusan tersebut.
Ia ingin fans pun sadar bahwa segala tindakannya akan berimbas kepada klub yang mereka bela.
"Ini bukan cerita baru (rivalitas Jakmania dan Bobotoh). Ini cukup lama dan kami harus berhati-hati. Kami tidak ingin sepak bola dikelola selayaknya perang," ucap Joko. (jun)