"Ini bukan takdir kami. Ini final ketiga kami secara beruntun. Ini sangat sukar, ini masa-masa yang sulit untuk dianalisis. Di ruang ganti, saya berpikir bahwa ini sudah selesai untuk saya. Tim ini bukan untuk saya. Keputusan ini untuk kebaikan semuanya," kata Messi seperti dikutip dari akun Twitter resmi Argentina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bersama timnas Argentina, Messi bermain di tiga final Copa America pada 2007, 2015, dan 2016. Penyerang Barcelona itu juga membawa Tim Tango melangkah ke babak final Piala Dunia 2014. Timnas Argentina kalah di keempat final tersebut dan Messi gagal mencetak gol.
Di level junior, prestasi Messi bersama timnas Argentina adalah meraih trofi Piala Dunia U-20 2005 yang berlangsung di Belanda. Ketika itu Messi tidak hanya mempersembahkan gelar juara, tapi juga menjadi top scorer dan pemain terbaik.
Messi sendiri memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan publik Argentina, yang lebih mencintai Carlos Tevez ketimbang La Pulga.
Meski telah menjelma menjadi pesepakbola terbaik di dunia saat ini, Messi tidaklah besar di Argentina. Justru Tevez, yang saat ini memperkuat Boca Juniors, lebih dicintai masyarakat Argentina.
Keputusan Messi bergabung dengan Barcelona sejak masih 12 tahun, membuat publik Argentina kurang mencintai Messi karena tidak pernah berkarier di negara sendiri. Sementara Tevez memulai karier di Boca Juniors, yang juga menjadi klub kebanggaan Diego Maradona. (har)