Djanur mengaku tidak pernah meninggalkan Persib, klub yang membesarkannya sebagai pemain dan pelatih, meski sempat meninggalkan Bandung awal tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi selama ini saya tidak merasa keluar dari Persib. Saya ke Italia juga atas dorongan Persib, dan Persib yang memberangkatkan. Begitu juga dengan rencana semula saya ke DC United (klub sepakbola di Amerika Serikat)," kata Djanur saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (29/6).
"Saya itu masih sebagai orang Persib. Saya ingat, ketika manajemen kembali menugaskan saya (menjadi pelatih), ya saya tidak bisa menolak. Meski tak ada paksaan untuk saya kembali melatih," ujarnya.
Persib saat ini berada di papan tengah klasemen ISC A dengan raihan 10 poin dari delapan pertandingan yang sudah dilakoni. Sergio van Dijk dan kawan-kawan tercatat baru berhasil meraih dua kemenangan, empat hasil seri, serta menderita dua kekalahan sampai saat ini.
Djanur juga meminta para pemainnya untuk bekerja keras. Menurutnya, nasib Persib di ISC A dapat berubah jika seluruh pemain berkontribusi maksimal.
"Sambil jalan saya akan lihat perkembangannya. Namun jujur, pemain harus kerja keras karena keadaan sekarang seperti ini," ujar Djanur.
Djanur sebelumnya sempat melatih Persib pada periode 2012 hingga 2015. Di bawah asuhannya, Persib sukses meraih gelar juara Liga Indonesia 2014 dan Piala Presiden 2015. (har)