Bahkan, iming-iming bonus sebesar Rp5 miliar dari pemerintah pun tak digubrisnya. Yang tebersit dibenaknya hanya menampilkan permainan terbaik sejak awal bertanding.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Brasil, Butet akan kembali berpasangan dengan Tontowi Ahmad. Keduanya sudah menjadi pasangan sejak enam tahun silam.
Sepanjang kariernya, Butet memang tak pernah terlempar dari peringkat pebulutangkis unggulan dunia. Posisinya terus berada di papan atas sejak memenangkan gelar Kejuaraan Asia World Grand Prix saat usianya masih menginjak 20 tahun.
Butet pun mengaku senang dan bangga dengan pencapaiannya sejauh ini. Sebab, tak banyak pebulutangkis yang bisa bertahan di top level dalam jangka waktu yang cukup panjang.
"Karena mengejar itu lebih gampang daripada mempertahankan. Jadi resepnya jangan cepat puas, kerja keras, terus merasa masih butuh dan haus akan gelar juara," tuturnya.
Berikutnya, Butet berharap dapat meraih mimpi yang nyaris tercapai, yakni mengalungkan medali emas di Olimpiade.
"Pastinya suatu kebanggaan yang luar biasa ya, pastinya setiap atlet bulutangkis akan mendambakan Olimpiade. Ibaratnya mendapat medali saja sudah membanggakan, bagaimana bila mendapat medali emas? Pasti sangat luar biasa, dan untuk bisa meraih itu butuh pengorbanan yang ekstra," tuturnya. (jun)