Indonesia akan menurunkan tujuh atlet angkat besi terbaiknya di ajang Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, pada Agustus mendatang. Ketujuh lifter yang akan tampil di ajang empat tahunan tersebut antara lain M. Hasbi (62kg), Eko Yuli Irawan (62 kg), Deni (69 kg), I Ketut Ariana (77 kg), Triyatno (69 kg), Sri Wahyuni (48kg) dan Dewi Safitri (53 kg).
Pelatih dari Afrika Selatan, Aveenash Pandoo, pun didatangkan untuk memaksimalkan potensi atlet Indonesia. Harapannya, cabor yang sejak Olimpiade Sydney 2000 selalu menyumbangkan medali itu dapat kembali mengharumkan Merah Putih tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pandoo berkata demikian bukan tanpa alasan. Keduanya dinilai memiliki pengalaman yang mencukupi dan hasil latihan selama persiapan Olimpiade bagus.
"Semua sudah tahu kemampuan Eko. Sementara untuk Sri, masih ada sedikit hal yang perlu ditingkatkan. Tapi itu akan terselesaikan sebelum Olimpiade," katanya.
Selain Eko dan Sri, Pandoo juga sesungguhnya mengharapkan kejutan dari Triyatno.
"Triyatno ini semakin tua malah semakin matang. Semoga saja dia dapat menberikan kejutan seperti Olimpiade sebelumnya," ucap Pandoo. Sepanjang karirnya, Triyatno sudah mengumpulkan satu medali perunggu di Olimpiade Beijing 2008 dan satu medali perak di London 2012.
Sebelum berangkat ke Rio de Janeiro, atlet angkat besi Indonesia akan menjalani pemusatan latihan di Cape Town dari awal Juli untuk proses aklimatisasi. Sementara Olimpiade Rio akan dimulai pada 5 Agustus nanti.
Negara China akan menjadi musuh besar Indonesia dalam upaya merebut medali tersebut. Di Olimpiade London 2012, China duduk di peringkat pertama dengan raihan lima medali emas dan dua medali perak. Sementara Indonesia hanya dapat mencapai posisi kedelapan bersama Rumania dengan raihan satu medali perak dan satu medali perunggu (ptr)