Mantan pemainnya itu sebelumnya memilih mundur dari kursi asisten manajer Setan Merah setelah klub itu memilih Jose Mourinho sebagai manajer baru. Giggs sempat berharap dirinya yang dipilih menjadi manajer baru setelah dipecatnya Louis van Gaal dari MU.
Namun, kenyataan berkata lain. Pihak jajaran direksi klub lebih memilih mantan manajer Chelsea untuk memanajeri Setan Merah.
Giggs sebenarnya sempat mempertimbangkan akan bertahan sebagai asisten manajer di Setan Merah. Sayangnya, Mourinho lebih memilih memboyong para asisten manajer pilihannya ke MU yang biasa bekerja bersamanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Ferguson mewanti-wanti agar Giggs jangan sampai salah pilih klub. “Ia tak akan mau merusak kualitasnya dengan pergi ke klub yang selalu memecat manajernya setiap ‘dua menit’,” tuturnya.
“Itu merupakan hasil dari intensitas indurstri (sepak bola) yang sangat tinggi. Anda membutuhkan orang sepertinya yang punya mental baja, punya karakter dan kepribadian yang kuat.”
Kursi asisten manajer yang ditinggalkan Giggs memang sudah diisi oleh orang pilihannya Mourinho, Rui Faria. Meski demikian, Ferguson juga memaklumi pilihan yang dilakukan The Special One, julukan pelatih asal Portugal tersebut. “Memang harus orang yang sangat dipercayai untuk menjadi asisten manajer,” ucapnya.
“Saat datang ke Manchester United, saya juga mengajak Archie Knox (sebagai asisten manajer) karena ia adalah orang yang penting bagi saya. Saya memercayainya 100 persen.”
Menurut Fergie, Mourinho sudah memiliki orang kepercayaannya sebagai asisten pelatih selama bertahun-tahun. “Jika saja Mourinho tak punya asistan (orang kepercayaannya), saya tahu ia pasti akan mempertahankan Ryan (Giggs),” ungkapnya. (bac)