Isu soal rivalitas Mourinho-Guardiola memang memanaskan pemberitaan ketika sang manajer asal Portugal itu ditunjuk jadi pelatih MU. Guardiola sendiri sejak Februari lalu telah diumumkan menggantikan Manuel Pellegrini di kursi kepelatihan ManCity.
Ketika keduanya berada di Liga Spanyol, Mourinho dan Guardiola sering terlibat perang kata di media dan bahkan di lapangan. Mourinho bahkan pernah menusukkan jarinya pada mendiang asisten Guardiola, Tito Vilanova.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kata yang tepat menggambarkannya bukan musuh. Saya adalah manajer Manchester United, yang mendapatkan hormat dari seluruh klub lain di negara ini."
Uniknya, Mourinho justru melancarkan serangan kepada Arsene Wenger, manajer Arsenal yang terakhir kalinya memenangi Liga Primer Inggris pada 2003 silam.
"Ada beberapa manajer....terakhir kalinya mereka memenangi gelar adalah pada 10 tahun lalu. Beberapa di antara mereka, terakhir kalinya menang gelar adalah tidak pernah."
"Terakhir kalinya saya memenangi gelar adalah satu tahun lalu, bukan 10 atau 15 tahun lalu. Jadi, seandainya saya harus membuktikan sesuatu, maka bayangkanlah manajer lainnya."
Dalam sesi pengenalan resmi sebagai manajer baru MU itu Mourinho juga menegaskan bahwa ia tidak akan mencari alasan untuk mengerem laju The Red Devils kembali ke perburuan juara.
Mourinho juga menyatakan salah satu targetnya di musim depan adalah membawa MU kembali ke Liga Champions.
"Klub ini lebih penting dari diri saya sendiri -- Manchester United adalah klub yang pantas di Liga Champions. Pada Juli 2017, ketimbang menunggu Liga Europa, kami harus memastikan klub ini berada di tempat yang sepantasnya. Tentu saja itu adalah Liga Champions," kata Mourinho. (vws)