Dikabarkan La Gazzetta dello Sports, beban itu tidak hanya ditanggung Milan, namun juga oleh konsorsium China, seandainya mereka juga berubah pikiran.
Pasal penalti itu dimasukkan ke dalam kontrak perjanjian untuk memastikan proses penjualan terjadi. Gazzetta juga melaporkan kedua pihak bergerak cepat untuk menyelesaikan negosiasi, selambat-lambatnya 12 Juli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemimpin negosiasi yang mewakili pihak Milan, Sal Galatioto, mengatakan kepada Sky Sports bahwa ia berharap kesepakatan ini akan cepat terselesaikan.
The Guardian melaporkan bahwa Robin Li, pendiri mesin peramban Baidu dan juga pengusaha terkaya keenam di China, memimpin konsorsium China tersebut.
Dengan lima gelar Liga Champions, AC Milan adalah satu kesebelasan tersukses di Eropa. Namun dalam beberapa tahun terakhir mereka tak punya sokongan dana untuk menyaingi beberapa klub besar lainnya seperti Manchester United, Barcelona, atau Real Madrid.
Musim lalu, Milan dilaporkan menderita kerugian hingga €93,5 juta dan dalam dua musim terakhir mengandalkan pemain-pemain muda untuk mengangkat prestasi mereka. (vws)