Karier Neymar Nyaris Tamat Gara-gara Zuniga
Vetriciawizach | CNN Indonesia
Selasa, 12 Jul 2016 10:04 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Bintang Barcelona dan tim nasional Brasil, Neymar, menuturkan bahwa kariernya nyaris berakhir karena pelanggaran pemain Kolombia, Camilo Zuniga, di perempat final Piala Dunia 2014.
Neymar yang saat itu menjadi tumpuan Brasil untuk mengangkat trofi Piala Dunia di hadapan pendukung sendiri, terjatuh karena tulang punggungnya dihajar lutut Zuniga.
Neymar tergeletak kesakitan dan kemudian ditandu keluar. Ia tak bisa bermain di sisa turnamen karena langsung mendapatkan perawatan di rumah sakit. Rekaman video ketika ia dibawa menggunakan helikopter dengan ditangisi rakyat Brasil menjadi salah satu gambar ikonik dari Piala Dunia 2014.
Tanpa Neymar, Brasil kemudian dibantai 1-7 oleh Jerman di partai semifinal -- salah satu kekalahan terburuk Selecao sepanjang sejarah.
Kini, berselang dua tahun setelah peristiwa tersebut, Neymar mengatakan bahwa insiden itu adalah momen terkelam dalam kariernya.
"Saya memiliki masa-masa yang buruk dalam karier saya, tapi yang terburuk di antara semuanya adalah Piala Dunia 2014," kata Neymar. "Impian masa kecil saya adalah untuk menjadi juara dunia, tapi hal itu dihancurkan oleh cedera yang juga nyaris mengakhiri karier saya."
"Kala itu merupakan pekan yang sangat sukar dijalani, beruntung saya memiliki rekan dan keluarga di samping saya. Dalam masa-masa sukar, sangat penting untuk memiliki mereka-mereka yang dekat dengan Anda."
Neymar sendiri kini memiliki kesempatan utnuk membalaskan sakit hati gagal di rumah sendiri pada Agustus nanti. Ia tergabung dalam tim U-23 Brasil untuk merebut medali emas Olimpiade di Rio de Janerio -- gelar yang belum pernah direbut Brasil sepanjang sejarah. (vws)
Neymar yang saat itu menjadi tumpuan Brasil untuk mengangkat trofi Piala Dunia di hadapan pendukung sendiri, terjatuh karena tulang punggungnya dihajar lutut Zuniga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, berselang dua tahun setelah peristiwa tersebut, Neymar mengatakan bahwa insiden itu adalah momen terkelam dalam kariernya.
"Kala itu merupakan pekan yang sangat sukar dijalani, beruntung saya memiliki rekan dan keluarga di samping saya. Dalam masa-masa sukar, sangat penting untuk memiliki mereka-mereka yang dekat dengan Anda."
Neymar sendiri kini memiliki kesempatan utnuk membalaskan sakit hati gagal di rumah sendiri pada Agustus nanti. Ia tergabung dalam tim U-23 Brasil untuk merebut medali emas Olimpiade di Rio de Janerio -- gelar yang belum pernah direbut Brasil sepanjang sejarah. (vws)