Itu dilakukannya seperti saat menangani Juventus dan timnas Italia, ia tak meninggalkan pakem strateginya di tim dengan pola 3-5-2.
'Don Conte' bahkan disebut sukses membawa Juventus juara Liga Italia Serie A, tiga kali beruntun masih dengan menggunakan skema tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda harus membangun sebuah 'pakaian' yang bagus untuk tim dan Anda harus menghargai karakter dan talenta para pemain. Kemudian, Anda yang memutuskan (skemanya)."
Conte juga tak lantas percaya dengan strategi dan skema yang berjalan sangat bagus di tim tertentu, bisa menjadikan contoh tim lainnya.
Begitu pula, menurutnya, tak ada jaminan satu skema itu bisa berjalan dari waktu ke waktu. "Di masa lalu saya memulai musim saya dengan satu ide dan kemudian mengubahnya karena saya melihat sistem itu tidak (lagi) bagus," ucap Conte.
"Tiga (pemain) di belakang? Atau empat di belakang? Itu tidak penting."
Menurutnya, yang paling pentin adalah pendekatan yang tepat dalam tim dalam menciptakan organisasi permainan yang bagus. "Saya pikir saya bisa banyak meningkatkan para pemain saya," ungkapnya. (bac)