"Sangat-sangat sukar," kata Marquez ketika diwawancarai oleh media setelah balapan. "Saya salah memilih ban tipe basah dengan menggunakan ban ekstra lunak. Saya sangat kesulitan meski sempat mendapatkan momen yang bagus dengan tipe ban hujan.
Di awal balapan, Marquez yang memegang posisi pole langsung mendapatkan adangan dari pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, dan juga para pebalap Ducati yang memiliki motor berperforma sangat bagus ketika hujan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marquez bahkan sempat kehilangan kendali dan keluar lintasan di putaran ke-11 sehingga posisinya kembali terperosok ke nomor sembilan.
Sementara itu, Rossi dan Andrea Dovizioso yang memimpin balapan baru mengganti ban mereka pada putaran ke-24.
Pada akhirnya keputusan Marquez lah yang terbukti jitu. Semenjak putaran ke-26, Marquez bisa mengambil alih posisi pertama dan kemudian melaju pesat meninggalkan para pebalap yang memilih ban intermediate. Marquez bahkan sempat unggul 30 detik dari Scott Redding yang saat itu menduduki posisi dua, pada putaran ke-28.
Marquez mengatakan bahwa strategi itu sebenarnya tak berjalan mudah.
"Kami memutuskan balapan flag-to-flag. Namun di putaran-putaran awal sebenarnya saya sangat kesulitan, sebelum akhirnya menemukan ritme," kata pebalap yang selalu menang GP Jerman sejak 2013.
"Tapi ketika saya bisa memimpin 20 detik, rasanya sangat menyenangkan." (vws)