"Saya tak mengenal dia secara pribadi, tetapi itu tak masalah. Kami akan bisa bersama sangat cepat karena dia adalah pemain yang bagus, dan melakukan sangat banyak untuk Borussia Monchengladgach," ujar Arsenal seperti dikutip dari Sky Sports, Selasa (19/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, Xhaka pun telah bergabung dengan Arsenal untuk melakoni tur pramusim. Mertesacker pun merasa senang, karena dirinya bisa saja menjadi mentor bagi Xhaka yang juga fasih berbahasa Jerman tersebut.
Menurut bek berusia 31 tahun itu, Xhaka akan menjadi pengatur bagi tempo permainan Arsenal. Sejauh ini, pria yang kerap menjaga tempo permainan The Gunners adalah Santi Cazorla atau Mesut Oezil.
"Saya menantikan apa yang bisa ia [Xhaka] lakukan, bagaimana ia bisa mengatur [permainan] dalam latihan dan pertandingan. Dia akan menjadi tanda tangan yang sempurna bagi kami," ujar Mertesacker.
Di lini tengah, Xhaka bukan hanya akan bersaing dengan Cazorla dan Oezil. Ada pula Aaron Ramsey yang gemilang bersama Wales di Piala Eropa 2016, Jack Wilshere, Mohamed Elneny, dan Francis Coquelin.
Coquelin sendiri melihat kehadiran Xhaka tak sebagai saingan, namun pelengkap.
"Saya melihat dia di Piala Eropa, dan dia adalah pengoper yang bagus, dia kuat dan juga hebat di udara. Jadi saya kira dia akan menjadi tambahan kualitas yang akan memperkuat skuat ini. Itu adalah hal yang bagus," kata gelandang bertahan asal Perancis tersebut dikutip dari Independent.
(kid)