Marquez semakin khawatir setelah kalah dari pebalap Movistar Yamaha Jorge Lorenzo di trek lurus terakhir sebelum melewati garis finis pada balapan di GP Italia, Sirkuit Mugello, 22 Mei lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan juara dunia MotoGP 2013 dan 2014 itu sempat mengatakan sepeda motor RC213V milik Honda musim ini memiliki akselerasi lebih buruk daripada motor Ducati dan Suzuki.
Selain karena faktor cuaca yang membuat duo Yamaha Lorenzo dan Valentino Rossi kesulitan serta keberhasilan strategi di GP Jerman, faktor penting lainnya yang membuat Marquez di puncak adalah bertambahnya pengalaman pebalap asal Spanyol tersebut.
Contohnya nyata semakin berpengalamannya Marquez terlihat pada balapan GP Belanda. Marquez dikalahkan pebalap Marc VDS, Jack Miller, pada balapan di Sirkuit Assen yang sempat dihentikan karena hujan deras.
Marquez sebenarnya sempat memimpin jalannya balapan, namun memilih untuk tidak mengambil risiko mengejar Miller setelah disalip pebalap asal Australia tersebut.
Jika balapan itu terjadi pada awal karier Marquez di MotoGP, banyak pihak yakin pebalap asal Katalonia itu akan mengambil risiko dan berusaha keras menyalip Miller demi meraih kemenangan.
"Tentu saja, ini musim keempatnya di MotoGP. Marquez sudah punya lebih banyak pengalaman daripada di tahun pertamanya," ucap Lorenzo seperti dikutip dari Motorsport.
Kini, Marquez terlihat jauh lebih dewasa di atas sirkuit. Penuh perhitungan dan mampu meredam ego. Marquez mulai sadar bahwa kemenangan bukan hal terpenting untuk bisa merebut gelar juara dunia MotoGP, melainkan konsistensi naik podium.
Terbukti musim ini Marquez dan Lorenzo sama-sama meraih tiga kemenangan. Namun, Marquez lebih konsisten naik podium, delapan kali dari sembilan seri yang sudah dijalani. Sementara Lorenzo baru naik podium lima kali.
Di sembilan seri tersisa musim ini, Marquez jelas pantas difavoritkan merebut gelar juara dunia MotoGP 2016. Marquez bahkan berpeluang semakin sulit dibendung jika Honda mampu mengatasi masalah akselerasi motor RC213V di sisa musim. (har)