Salah satunya adalah Axel Tuanzebe, bek hasil binaan Setan Merah yang punya kans tampil lawan tim-tim besar Eropa lainnya di Beijing.
Mou, sapaan akrabnya, memang ingin memberikan kesempatan promosi kepada pemain berusia 18 tahun tersebut. Saat MU mengalahkan Wigan 2-0 pada laga uji coba, Tuanzebe diberikan kesempatan selama 10 menit tampil bersama para pemain senior.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika mereka mengatakan:'kami punya pemain yang selama beberapa tahun terakhir bisa menjadi pemain tim utama,' saya akan mencobanya."
Sayangnya, Tuanzebe merupakan satu dari empat pemain yang gagal berada di bangku cadangan tim utama lantaran mengalami cedera. Pemain kelahiran Republik Kongo itu pernah membawa tim U-21 MU juara pada 2014-15, sekaligus dinobatkan sebagai pemain terbaik musim itu.
Tuanzebe dikenal sebagai bek yang memiliki kemampuan sangat baik dalam membaca pergerakan serangan tim lawan. Kecepatannya yang tinggi pula membuatnya sulit dilewati para pemain lawan.
Pemain bertinggi badan 182 sentimeter itu pun mengaku sangat termotivasi membuktikan kemampuannya setelah diberikan kepercayaan oleh Mou. "Mempunyai manajer mendukung Anda secara kuat tentu selalu menjadi pertanda positif," ungkap Tuanzebe kepada MU TV.
"Kini saya hanya ingin tetap membuatnya terkesan dan mewujudkan target saya di sini," tuturnya.
"Ini kesempatan saya. Tahun lalu saya gagal (promosi) karena cedera dan sekarang saya bisa memulainya lebih baik untuk bersaing masuk ke tim utama." (bac)