Dalam laga tersebut, Conte memainkan trio pemain muda, Bertrand Traore, Riben Loftus-Cheek, dan Nathaniel Chalobah, di lini depan. Tiga pemain ini masing-masing mencetak satu gol ke gawang Wolfsberger.
Pada laga sebelumnya, Chelsea kalah 0-2 dari Rapid Vienna pada laga uji coba di Austria.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Conte sengaja mengubah posisinya untuk melihat kemampuan pemainnya itu dalam menggedor pertahanan lawan. "Setiap manajer memiliki idenya sendiri tentang sistem permainan. Dengan sistem ini, Ruben (Loftus-Cheek) bermain dekat dengan penyerang, tapi menjadi penyerang ketika kami menguasai bola," ucapnya.
Mantan pelatih timnas Italia itu juga memainkan striker baru The Blues, Michy Batshuayi.
Conte sendiri memuji permainan Batshuayi pada debutnya bersama Chelsea. "Ia (Batshuayi) sudah berlatih selama tiga hari dan saya ingin melihat pemahamannya secara taktik setelah berlatih bersama," terang manajer berusia 46 tahun tersebut.
"Ia bisa berkembang lagi lebih jauh, ia akan menjadi penyerang kuat, ia masih amat muda dengan talenta hebat dan saya puas dengannya."
Penyerang Belgia itu disebut-sebut sebagai alternatif Chelsea setelah gagal mendapatkan Alvaro Morata yang memilih ke Real Madrid.
Namun, Conte enggan menanggapinya lebih jauh terkait rumor itu. "Dalam situasi ini, saya menyerahkannya kepada klub (untuk menjawab)," ungkap pelatih yang pernah mengantarkan Juventus juara Liga Italia Serie A, tiga kali beruntun.
"Kami tahu target kami dan yang paling penting antara saya dan klub ada sinergi bagus dalam transfer pemain." (bac)