"Vujovic yang selalu mengingatkan saya agar tak salah posisi atau kembali ke pos pertahanan setelah membantu menyerang. Ia juga tak segan menegur saya ketika ada kesalahan," ucap mantan pemain Mitra Kukar itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada saat menjamu Persija Jakarta pada pertandingan lanjutan Indonesian Soccer Championship 2016, Persib bermain imbang tanpa gol. Pekan berikutnya giliran bertandang ke markas Persipura Jayapura di Stadion Mandala Jayapura, Kamis (21/7), Maung Bandung menggulung tuan rumah 2-0.
"Sebetulnya tidak masalah jika saya dimainkan di bek tengah atau bek sayap. Saya selalu siap," tukasnya kepada CNNIndonesia.com.
"Tapi jika dibandingkan, saya lebih nyaman main sebagai bek tengah karena itu merupakan posisi asli saya. Saya juga senang bisa bermain bersama Vujovic di bek tengah," tutur Yanto Basna.
Menurutnya, Vujovic lebih dari sekadar rekan duet di Persib. Yanto Basna sudah menganggap seniornya itu sebagai mentor di dalam dan luar lapangan.
"Saya selalu mendapatkan motivasi darinya. Itu sangat berguna ketika saya dalam keraguan atau gugup saat bermain di lapangan," ungkap Yanto Basna.
Contohnya pada saat dirinya memperkuat Persib melawan Persipura di Jayapura, perasaan gugup juga membayanginya di awal laga. Peran Vujovic inilah yang membuatnya percaya diri.
Dukungan Keluarga
Khusus laga di Stadion Mandala, Kamis (21/7) lalu, ada satu lagi yang bisa menghilangkan perasaan takut dan gugup Yanto Basna, yakni perhatian keluarga yang datang ke stadion khusus untuk mendukungnya.
"Otomatis keluarga saya mendukung saya dan berharap kami bisa menang. Ada bapak, ibu, dan adik saya datang. Kebetulan mereka masih tinggal di Jayapura," ujar Yanto Basna, pemain yang merantau ke Yogyakarta sejak remaja.
Dukungan tersebut membuatnya terharu dan semakin bersemangat. "Kalau Anda lihat setelah pertandingan, saya langsung memeluk adik saya yang paling kecil karena saya sangat gembira keluarga datang dan kami menang," ungkapnya. (har)