"Dalam persiapan menuju Olimpiade ini, pelatih (Bambang Supriyanto) selalu mengingatkan tentang performa saya di Kejuaraan Dunia 2015 lalu."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah mengamati performa di dua ajang tersebut, Linda mengakui bahwa terdapat banyak perbedaan dalam cara dia bermain.
"Selain itu pelatih juga mengatakan bahwa saya kadang tak percaya terhadap kemampuan saya sendiri. Hal itu yang harus diubah," ucap Linda berterus terang.
Linda mengakui dirinya sangat fokus dalam persiapan menuju Olimpiade dan berusaha memberikan yang terbaik yang ia bisa.
"Bisa dikatakan ini adalah Olimpiade terakhir bagi saya, karena belum tahu empat tahun mendatang saya masih bisa ikut Olimpiade 2020. Karena itu saya harus memanfaatkan ini dengan baik."
"Selama masa persiapan, saya banyak mendapat masukan, termasuk dari junior-junior saya yang jadi sparring partner," tutur Linda.
Dalam komposisi pemain tunggal putri pelatnas, Linda memang kini jadi pemain paling senior. Di bawah Linda, terdapat banyak pemain muda yang berselisih umur cukup jauh di bawahnya.
"Fokus saya saat ini adalah Olimpiade dan belum berpikir tentang apa yang akan terjadi setelah itu," ujar Linda. (ptr)