Hal itu, kata pria berusia 22 tahun tersebut, terjadi saat ia tak memperpanjang kontrak bersama Feyenoord pada 2013 silam. Namun, Janssen yang membina ilmu di akademi Feyenoord itu akhirnya mencoba bangkit dan berjuang.
"Saya harus membuat pilihan. Saya mengatakan kepada diri saya sendiri: 'Satu waktu lagi saya harus memberikan segalanya untuk [sepak bola ini]', dan anda bisa lihat apa yang kemudian terjadi," kata Janssen seperti dikutip dari Goal.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Janssen lalu memilih memulai karier kembali bersama tim di kasta bawah kompetisi puncak Belanda, Almere City.
Pada musim 2013/14 ia bermain 35 kali (2335 menit), mencetak 10 gol dan tiga assists. Musim berikutnya, prestasi Janssen lebih mengilap. Dia bermain 34 kali (3043 menit), mencetak 19 gol, dan sembilan assists.
Penampilan mengilap itu mengantar Almere lolos ke play-off untuk mendapatkan tiket promosi. Sayang, Almere kalah dari De Graafschap dalam dua leg babak pertama play-off Eredivisie 2014/15. Dalam babak tersebut, Janssen bermain terus dan mencetak satu gol.
Gagal membawa Almere City promosi, performa Janssen ternyata membuat AZ Alkmaar terpikat. Akhirnya, putra dari legenda renang Belanda itu bisa merasakan atmosfer Eredivisie musim 2015/16.
Ia dibeli AZ dengan harga 500 ribu euro. Alkmaar kemudian mendapatkan untung besar ketika Janssen dibeli Spurs pada jendela transfer musim panas ini. Spurs menebus Janssen dengan mahar 22,10 juta euro kepada AZ.
Spurs terpikat Janssen karena performa pria dengan tinggi 180 cm itu di Liga Belanda. Janssen bermain sebanyak 34 kali untuk AZ dan kemudian menjadi pencetak gol terbanyak yakni 27 kali. Ia juga menyumbang lima assists.
Penampilan gemilang bersama AZ itu pun mengantar dirinya merasakan debut timnas Belanda. Pada 25 Maret lalu, Janssen mengenakan kaos timnas senior Belanda untuk kali pertama di lapangan hijau.
Dan, sejak saat itu, Janssen pun telah bermain sebanyak lima kali, serta mencetak tiga gol untuk Belanda.
(kid)