Bila pada musim lalu Marquez tiga kali gagal finis di paruh awal musim, maka untuk kali ini Marquez selalu berhasil menyentuh finis dan mendapatkan poin di tiap serinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang terjadi di paruh awal musim ini jelas membuktikan bahwa Marquez adalah pebalap yang sangat cerdas," ujar Suppo seperti dikutip dari Crash.
"Marquez telah belajar banyak dari hasil musim lalu. Lantaran telah memenangi dua gelar juara dunia MotoGP, banyak yang lupa bahwa Marquez masih muda. Karena itu saya rasa wajar bila akhirnya ia terlihat memaksakan diri pada beberapa seri musim lalu."
"Karena itu pula Marquez sempat berkomentar tak akan mengubah gaya membalapnya meskipun sudah beberapa kali jatuh pada musim lalu," ucap Suppo.
Suppo menyatakan tabel klasemen musim lalu jadi momentum saat Marquez menyadari semua kesalahannya dan tampil lebih matang musim ini.
"Di akhir musim lalu, klasemen menunjukkan bahwa Marquez enam kali tak dapat poin, namun ia tetap berada di posisi ketiga klasemen."
"Saya tak berkata bahwa Marquez bakal jadi juara dunia bila tak melakukan kesalahan itu, namun setidaknya ia akan bersaing di jalur perburuan gelar juara hingga musim berakhir," tutur Suppo. (ptr)