Conte pun merupakan sosok pelatih fenomenal di tim sebelumnya. Ia dapat mengantar Juventus meraih hattrick Scudetto, kemudian membalikkan anggapan miring timnas Italia di Piala Eropa 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya di Chelsea, Conte mengatakan prinsip permainan yang diterapkannya di Juventus maupun Italia akan tak cocok digunakan di Chelsea.
Di Juventus kala itu, diakui Conte, dirinya menggunakan formasi 4-2-4. Formasi itu pula yang membawa Conte membawa Bari dan Siena menjuarai klasemen kasta kedua Italia.
"Dan, ketika saya tiba [di Juventus] saya melihat ada [Andrea] Pirlo dan [Arturo] VIdal, saya paham saya tak bisa memainkan sistem ini [4-2-4], jadi saya mengubahnya jadi 3-5-2, 3-3-4," ujar Conte.
"Penting untuk memahami ini, dan juga penting untuk memiliki prinsip permainan dan yang harus anda bangun kemudian, menciptakan sebuah tim bagus dengan ide bagus tentang sepak bola."
Conte menegaskan dirinya lah yang akan mengadaptasikan gagasan permainan kepada pemain, bukan sebaliknya. Oleh karena itu, lanjut Conte, ia akan memilih pemain-pemain yang bisa mengadaptasi idenya.
Sejauh ini Conte telah mendatangkan dua pemain baru ke markas Chelsea yakni penyerang Belgia Michy Batshuayi dari Marseille dan gelandang Perancis N'Golo Kante dari Leicester City. Namun, Conte belum mau berhenti. Pria yang sepanjang kariernya pernah merumput bersama Lecce dan Juventus itu mengatakan masih ingin membentuk timnya lagi.
(kid)