Dalam laga itu PSG berhasil menang 3-1 lewat gol-gol yang dicetak Nanitamo Ikone (2') dan Thomas Meunier (35' dan 40'). Sementara itu satu gol Madrid dilesakkan Marcelo dari titik putih pada menit ke-44.
Menurut Zidane, kekalahan tersebut membuktikan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi timnya. "Kami tidak boleh membiarkan kekalahan seperti ini terjadi lagi. Kami harus memberikan seluruh kemampuan ketika kami bermain," ucapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zidane pun menyoroti satu kelemahan timnya yang diperlihatkan saat kalah dari PSG. "Kami kekurangan dalam hal agresivitas menghadapi lawan yang kuat, terutama di babak pertama," ungkapnya.
Karena masih dalam masa persiapan, menurutnya, ada beberapa kekurangan di sejumlah sektor yang harus diperbaiki. "Kami harus bekerja lebih keras lagi dan membuatnya berjalan alamiah dengan kemajuan bertahap," tutur Zidane.
Pada laga pramusim itu, Madrid tak diperkuat trio terbaik mereka, Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, dan Karim Benzema. Zidane juga mencoba skema di luar pakemnya, yakni 4-4-2 pada laga tersebut.
Dalam skema itu, Jese Rodriguez dan Alvaro Morata dipasang sebagai dua ujung tombak Los Blancos.
Meski demikian, Zidane mengakui ini bukan taktik yang akan dipersiapkannya untuk musim depan. "Kami harus melihat seperti apa strategi kami saat menghadapi Chelsea. Kami sudah tahu skema kami pada musim sebelumnya, tiga di depan dan tiga di tengah (4-3-3)," ungkapnya.
"Namun, di pramusim ini Anda harus mencoba hal lain dan kami mencoba dua striker di depan, Jese dan Morata di babak pertama dan Mariano (Diaz Mejia) serta Enzo (Zidane) di babak kedua. Kami puas dengan mereka." (bac)