Pada sesi latihan itu, Triyatno dan I Ketut Ariana terlihat belum mampu melakukan angkatan yang biasa mereka saat menjalani pemusatan latihan Cape Town. Kondisi itu membuat pelatih Aveenash Pandoo meminta mereka menghentikan sesi latihan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manajer tim angkat besi Indonesia, Alamsyah Wijaya, mengatakan tim pelatih mendapat kesempatan untuk memperbaiki banyak hal saat sepuluh hari pemusatan latihan di Afrika Selatan.
"Buktinya hari ini kami sudah bisa berlatih lagi dan tidak mengalami jetlag, dan ini adalah perkembangan yang luar biasa,," sambungnya pada Jumat (29/7) sore waktu setempat.
Menghadapi Olimpiade 2016, PB PABBSI masih mengandalkan peraih dua medali perunggu Olimpiade, Eko Yuli, dan peraih medali perak di Olimpiade London empat tahun lalu, Triyatno.
Alamsyah mengakui keduanya masih mejadi pilihan utama meski tidak menutup kemungkinan adanya bintang baru. "Masih tetap Eko dan Triyatno. Tapi kami juga harus lihat beberapa muka baru yang mungkin bisa jadi kuda hitam dalam Olimpiade di Rio ini," ucapnya.
Tim angkat besi Indonesia akan mengawali langkahnya di Olimpiade Rio pada tanggal 6 Agustus mendatang. Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) sendiri menargetkan tiga medali pada Olimpiade kali ini. (har)