Pilihan Redaksi |
Tak hanya itu, kemenangan di Jerman pun membuat Hamilton kokoh di puncak klasemen dengan perolehan 217 poin. Jumlah poin itu terpaut 19 dengan rekan satu timnya, Nico Rosberg yang berada di tempat kedua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam seri grand prix ke-12 musim 2016 itu, Hamilton mengawali balap dari posisi kedua di samping Rosberg yang menempati pole position. Namun, ketika lampu hijau menyala, Hamilton berhasil melesat duluan sementara Rosberg mengalami kendala hingga tersalip dua pebalap Red Bull Daniel Ricciardo dan Max Verstappen.
Kesialan Rosberg dalam GP F1 di Jerman pun ditambah hukuman penalti lima detik yang ia terima karena manuvernya dinilai membahayakan Verstappen pada lap ke-29.
Penampilan buruk Rosberg itu membuat posisinya dalam memburu titel juara dunia seolah terlihat makin sulit. Padahal, pebalap asal Jerman itu berhasil menjadi pemenang di empat grand prix awal.
Hamilton sendiri menjalani 10 seri grand prix awal di bawah Rosberg dalam papan klasemen. Ia kemudian, bisa menyalip Rosberg karena menang di GP Hungaria--satu seri sebelum GP Jerman.
"Saya benar-benar menikmati jalannya musim ini dan persaingan antara keduanya," ucap Wolff yang masih optimistis Rosberg akan dapat merebut kembali tempatnya di puncak klasemen.
"Masih ada sembilan balapan mendatang -- itu nilainya lebih dari 200 poin," ucapnya menambahkan.
Saat ini kompetisi balap F1 sedang menjalani libur paruh musim. Balapan berikutnya akan dilaksanakan di Belgia pada 28 Agustus mendatang. Tahun lalu, Hamilton menjadi juara di sana sementara Rosberg di posisi kedua.
(kid)