Itu setelah pihak kepolisian melarang Bonek merapat ke Ancol untuk menuntut diakuinya kembali Persebaya 1927. Aparat melarang Bonek karena alasan keamanan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
Saat ini para bonek tengah menunggu kabar dari juru bicara Bonek, Andie Pecie, yang tengah bernegosiasi dengan pihak Polda Metro Jaya agar Bonek dapat pergi ke Hotel Mercure.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami masih negosiasi apakah bisa ke sana atau tidak. Inginnya tak hanya 10 perwakilan, kalau bisa semua ikut kebih bagus. Karena saat ini Bonek ada yang berada di Stadion Tugu, ada yang di Senayan," kata Yanto saat berbincang dengan CNNIndonesia.com di Stadion Tugu, Rabu (3/8) siang.
Lebih lanjut, Yanto mengatakan sesungguhnya Bonek belum puas dengan hasil pertemuan dengan Anggota Exco PSSI, Tony Apriliani, dan Menpora Imam Nahrawi.
"Kami ingin jaminan bahwa kongres berikutnya benar-benar diakui. Bukan masalah logo lagi, tapi masalahnya hak kami untuk tampil di kompetisi domestik diserobot oleh BSU (Bhayangkara Surabaya United).
"Menang pun mereka (BSU) percuma tidak ada yang nonton. Sepak bola tanpa penonton bagai sayur tanpa garam," katanya.
Sekitar 2.000 Bonek datang Jakarta sejak Jumat (29/7). Rencananya mereka akan pulang ke Surabaya, Kamis (4/8) melalui jalur darat dengan menggunakan bus atau kereta api. (bac)