"Dia (calon ketua PSSI) harus punya kompetensi, punya waktu yang luang untuk urus PSSI, kemudian dia juga punya kepiawaian dalam mengatur dan mereformasi sepak bola Indonesia agar memiliki tata kelola yang baik," kata Tony di Stadion Tugu, Jakarta Utara, Rabu (3/8) petang WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada Tony, Juru Bicara Kemenpora Gatot S. Dewa Broto pun menyatakan ketua nantinya harus memiliki waktu banyak untuk mengurus PSSI dan sepak bola Indonesia secara keseluruhan.
Gatot pun berharap siapapun ketua yang terpilih nantinya bisa berimbang ketika menghadapi banyak kepentingan berbagai pihak.
"Harus menjaga hubungan dengan berbagai pihak. Ini kriteria yang sederhana sebetulnya, tapi kadang-kadang sulit untuk dilakukan. Itu saja," ucap Gatot.
Berdasarkan Kongres Luar Biasa yang digelar di kawasan Ancol, Jakarta, hari ini telah ditetapkan para pemilik suara akan memilih ketua umum baru PSSI dalam kongres pada 17 Oktober mendatang.
Beberapa nama calon yang mencuat antara lain Pangkostrad Edy Rahmayadi, Jenderal TNI Moeldoko, CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono, dan Dirut PT Persib Bandung Bermartabat Glenn Sugita.
(kid)