Torehan Rio bukan yang terburuk dalam sejarah untuk pebalap Asia. Taki Inoue contohnya. Pada musim 1995, pebalap asal Jepang itu gagal finis hingga sembilan kali dari 12 seri yang dilaluinya bersama tim Footwork Hart.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Rio merupakan pebalap terburuk dari Asia jika melihat statistik di era modern atau satu dekade terakhir. Narain Karthikeyan yang merupakan pebalap India pertama yang tampil di F1, nyaris meraih podium setelah finis di posisi keempat pada GP Amerika Serikat 2005 bersama Jordan Grand Prix.
Untuk kawasan Asia Tenggara, prestasi Rio kalah mengilap dari Alex Yoong yang merupakan pebalap pertama Malaysia yang tampil di F1. Yoong berhasil finis di posisi ketujuh pada GP Australia 2002 yang merupakan balapan keempatnya bersama Minardi.
Di era modern torehan Rio mungkin sama buruknya dengan Karun Chandhok yang merupakan pebalap kedua asal India yang tampil di F1.
Pada musim 2010 ketika memperkuat Hispania, Chandhok hampir selalu finis di posisi terakhir dan tiga kali gagal finis. Tapi, ketika itu Chandhok hanya tampil di 10 seri, dua seri lebih sedikit daripada Rio. (har)