Mega proyek yang sudah dicanangkan sejak 1986 itu baru akan selesai pada 2019 karena pekerjaan sipil (groundbreaking) baru dimulai tahun 2013 dan kini terhambat pembebasan lahan di Lebak Bulus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Transportasi untuk Asian Games sudah ada deployment kendaraan sendiri, Anda bayangkan dari wisma atlet tidak semua lewat MRT. Lagipula ya memang MRT itu bukan secara langsung menjadi bagian utama dari persiapan Asian Games, bukan seperti itu. Itu (MRT) adalah pekerjaannya Pemda DKI Jakarta," kata Gatot.
Berdasarkan presentasi Persiapan Penyelenggaraan AG2018 pada 23 Juni lalu, ajang yang digelar selama 16 hari dari 18 Agustus hingga 2 September 2018 tersebut diperkirakan akan mengundang lebih dari 63 ribu partisipan yang terdiri dari atlet (10 ribu), official (5.200), juri dan wasit (2.000), tamu undangan (1.000), media (10 ribu), relawan (30 ribu), personel operasi (2.000), dan sponsor (3.000).
Proyek pembangunan MRT di Jakarta sendiri dibagi dalam tiga tahap. Tahun 2013 dilalui dengan persiapan proyek sementara fase kedua, yakni proses konstruksi, berjalan setahun setelahnya.
Saat ini, proyek itu seharusnya sudah masuk fase ketiga, yaitu operasional dan uji coba. Nyatanya, pengerjaan MRT kini masih berkutat di dua tahap pertama.
(vws)