Total sembilan medali disumbangkan angkat besi dalam sejarah Olimpiade, dengan sebaran empat perak dan lima perunggu. Perak pertama direbut oleh atlet putri asal Papua, Raema Lisa Rumbewas, di Olimpiade Sydney 2000.
Lisa juga merebut perak kedua angkat besi ketika berkompetisi di Olimpiade Athena 2004, sementara yang ketiga oleh Triyatno di Olimpiade London 2012.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Rio De Janeiro, Sri juga memutus periode tak pernah menang medali di 12 tahun terakhir yang terjadi di nomor angkat besi putri.
Di Olimpiade 2016, Indonesia mengirimkan total tujuh atlet angkat besi yaitu Sri, Dewi Safitri, Eko Yuli Irawan, Triyatno, M. Hasbi, Deni, dan I Ketut Ariana. Di hari pertama Olimpiade baru Sri yang telah bertanding sehingga angkat besi masih berpeluang menyumbangkan medali lainnya.
Kepala Pelatih PABBSI Dirdja Wihardja mengatakan bahwa target mereka di Rio De Janiero adalah meningkatkan capaian mereka di Olimpiade 2012 yaitu satu perak dan satu perunggu.
Sri Wahyuni menyumbangkan medali perak dari nomor angkat besi putri 48 KG di hari pertama penyelenggaraan Olimpiade, Sabtu (6/8).
Di Rio Centro - Pavilion 2, total angkatan Sri adalah 192 KG (Snatch 85KG dan 107 Clean & Jerk). Ia tertinggal dari atlet 21 Thailand, Sopia Tanasan, yang mengangkat total 200 KG (Snatch 92 kilogram & 106 kilogram).
Medali perunggu direbut atlet Jepang, Hiromi Miyaki, dengan total angkatan 188KG. (vws)