Ia juga menyambut gembira keberhasilan cabang olahraganya mempertahankan tradisi medali di Olimpiade.
"(Medali perak) Sesuai harapan. Intinya kami berhasil mempertahankan tradisi medali dan setidaknya sekarang sudah tercapai. Semoga yang lainnya pun bisa dapat medali," kata Dirdja ketika ditanyai CNNIndonesia.com lewat aplikasi pesan singkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Pemuda dan Olahraga sebelumnya telah menjanjikan kenaikan bonus bagi para Olimpian yang sukses merebut medali. Atlet yang mendapatkan emas akan menerima bonus Rp5 Miliar, perak Rp2 Miliar, dan perunggu Rp1 milar.
"Selamat ya, Yuni. Bonus dari pemerintah sebesar Rp2 miliar telah menjadi hakmu," kata Imam seusai menyaksikan pertandingan di Riocentro Paviliun 2, Sabtu (6/8) malam.
Dirja menyatakan bahwa anak didiknya akan langsung berkonsenterasi ke target selanjutnya setelah menjalani Olimpiade 2016.
"Berikutnya? Kami akan persiapkan Sri untuk Asian Games 2018," kata Dirja.
Sementara itu, manajer tim Alamsyah Wijaya, memberikan apresiasi bagi lifter kelahiran Bandung, 13 Agustus 1994 tersebut. "Prestasinya luar biasa," kata Alamsyah.
Sri adalah satu dari tujuh atlet angkat besi Indonesia yang lolos ke Olimpiade Rio De Janeiro. Atlet angkat besi perempuan Indonesia lainnya, Dewi Safitri, akan bertanding di nomor 53 KG pada hari ini pukul 22.30 WIB.
Angkat besi adalah cabang olahraga penyumbang medali terbanyak kedua untuk Indonesia setelah bulutangkis. Termasuk perak dari Sri, total sembilan medali disumbangkan angkat besi dengan sebaran empat perak dan lima perunggu.
(vws)