Jika diamati lebih dekat, seperti tanda terapi bekam. Teknik tersebut merupakan pengobatan dan terapi tradisional dengan menempel sejumlah benda berbentuk mangkuk atau gelas yang menyedot kulit.
Warna merah kecoklatan di kulit merupakan efek hisap dari alat bekam tersebut yang dipercaya mampu memperlancar peredaran darah dan mengeluarkan darah kotor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, teknik kesehatan alternatif yang sudah ada sejak ribuan tahun itu menjadi cukup populer di kalangan atlet di Olimpiade 2016, termasuk pula di antara kontingen Amerika Serikat.
"Ada rahasianya yang saya lakukan selama beberapa tahun belakangan sehingga kesehatan saya tetap terjaga," Naddour menuturkan seperti dikutip USAToday.
Menurutnya, cara bekam yang ia pilih terbilang sangat membantu dan murah. "Ini jauh lebih baik dari uang yang sudah saya habiskan untuk hal lainnya," tuturnya.
Menurutnya, hanya dengan merogoh kocek sekitar US$15 untuk membeli satu set alat bekam dan menggunakannya, sudah bisa menghilangkan rasa sakit dan ketegangan usai melakoni perlombaan.
Rekan setim Naddour, Chris Brook, juga mengakui amat mengandalkan pada teknik bekam.
Atlet senam artistik, Alex Naddour, bersiap melakukan lompatan. Tampak tanda bekam di lengan kanannya. (Alex Livesey/Getty Images) |
Menurutnya, tak dibutuhkan lagi trainer atau ahli terapis dengan prosedeur bekam. "Anda seperti,'Oke, saya sakit di bagian ini.' Tempel beberapa alat bekam dan rekan setim yang membantu Anda atau bisa mengerjakannya sendiri," ujar Brooke.
Hingga berita ini diturunkan, Amerika Serikat sudah meraih tiga medali emas, lima perak, dan empat perunggu. (bac)
Atlet senam artistik, Alex Naddour, bersiap melakukan lompatan. Tampak tanda bekam di lengan kanannya. (Alex Livesey/Getty Images)