Menjadi sponsor Rio sejak 2010, Pertamina mengeluarkan hingga US$5 juta agar pebalap kelahiran Surakarta tersebut bisa turun bersama Manor Racing di ajang balap jet darat. Sebagai timbal balik, logo Pertamina terpampang di bagian sayap belakang mobil Manor.
Menurut Wianda, nilai yang didapatkan untuk merek Pertamina dari exposure tersebut telah melampaui dana yang mereka keluarkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Wianda menyatakan bahwa hal ini bukan berarti BUMN (Badan Usaha Milik Negara) lainnya bisa menggunakan pertimbangan yang sama seperti Pertamina.
"Manor juga memiliki sponsor-sponsor lain. Untuk balapan selanjutnya, kami masih harus membicarakannya (tampilnya logo Pertamina) dengan Manor, karena tujuan utama kami adalah menyandingkan Pertamina dengan atlet Indonesia," kata Wianda.
"Tujuan utamanya bukan semata soal merek Pertamina. Yang pasti kami untuk ke depannya tetap optimistis dengan Rio Haryanto bahwa ia punya masa depan di Formula 1."
Pada Rabu (10/8) Manor secara resmi mengumumkan bahwa Rio Haryanto tidak akan menjadi pebalap mereka hingga akhir musim. Posisinya digantikan oleh pebalap 19 tahun asal Belgia, Esteban Ocon.
Keputusan tersebut diambil setelah Rio gagal melunasi pembayaran sisa uang kontrak sebesar tujuh juta euro.