Ketika hampir semua pebalap ikut tes, hanya tim Repsol Honda yang absen pada uji coba sirkuit tersebut. Alasannya pun hingga saat ini belum diketahui.
Honda tampaknya ingin menyimpan rapat-rapat potensi mereka di sirkuit yang memiliki banyak trek lurus itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut saya, ini adalah hal yang paling menarik untuk mengetahuinya pada balapan besok (Minggu, 14/8) ."
Tak ayal, kondisi ini membuat balapan bakal semakin seru karena catatan impresif Ducati pada tes Juli lalu.
Pabrikan asal Italia itu bakal ikut bersaing ketat dengan pebalap dari Repsol Honda dan Movistar Yamaha.
Rossi pun menanggapi soal peluang Ducati yang justru bisa 'membantu' dirinya memenangkan balapan atas pebalap Honda. "Ya, ini akan berhasil jika kami berada di depan Ducati dan menempatkan DUcati di posisi kedua, antara Yamaha dan Honda. Namun, saya rasa akan sulit," ujarnya.
Rossi dan rekan setimnya, Jorge Lorenzo, berada peringkat kedua klasemen sementara MotoGP 2016. Sementara di puncak klasemen diduduki Marquez dari Repsol Honda.
Namun, peluang Ducati untuk menyodok dalam persaingan papan atas pun cukup besar. "Sangat menarik di kejuaraan ini jika ada satu pabrikan lagi (Ducati) yang memiliki trek ideal mereka, tak hanya Yamaha dan Honda, tapi sekarang ada Ducati," ungkap Rossi.
Pebalap asal Italia itu pun membuat kalkulasi kansnya untuk mengejar Marquez. "Jika Marc (Marquez) berada di posisi keempat dan kelima dan saya bisa finis pertama atau kedua, sementara masih ada pebalap-pebalap lain di depannya, akan lebih baik untuk ajang ini," ucap Rossi.
"Tapi, agak sulit jika ini terjadi. Jadi, saya ingin berkonsentrasi dengan performa saya dan mencoba secepat mungkin menjadi yang pertama, kedua, ketiga, yang jelas dapat poin." (bac)