"Ya, itu benar. Sejak ajang di Makau ini, kami tidak lagi memperbolehkan teknik soccer kick.Kami hanya ingin lebih profesional dan meningkatkan kualitas ONE Championship," kata Chatri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tahu jurus ini tidak berbahaya karena saya pun berlatih Muay Thai. Tapi saya pun bisa mengerti mengapa banyak orang yang menganggap itu berbahaya," ujar Chatri.
Pada ONE Championhsip: Kingdom of Champions, di Bangkok, Thailand (27/5) misalnya. Hanya butuh enam detik bagi petarung Rusia, Timofey Nastyukhin, untuk memenangkan pertarungan melawan petarung Australia, Rob Lisita.
Setelah menumbangkan Lisita dengan pukulan hook kiri, Nastyukhin lantas menghabisinya dengan satu sepakan kepala dengan kaki kanan.
"Secara pribadi, bila Anda melihat petarung-petarung sebelumnya yang melakukan tendangan sepak kepala, tendangan tersebut sebenarnya sama saja seperti tendangan normal ke kepala. Karena dampak kekuatan tendangan kepada kepala itu sendiri kurang lebih sama. Tapi di saat yang sama, ada banyak pandangan yang menganggap itu buruk."
"Maka dari itu kami harus mengambil langkah. Ini lebih kepada persepsi masyarakat, karena Anda tahu tidak pernah ada yang cedera serius karena jurus ini," ucap Cathri menerangkan.
Teknik sepakan kepala juga pernah hampir digunakan petarung Indonesia, Mario Satya Wirawan di Kamboja pada 5 Desember 2015 silam. Hanya dalam waktu empat detik, Mario sukses memukul jatuh petarung Kamboja, Chan Heng, dengan tangan kanannya. Namun tendangan Mario yang diarahkan ke wajah meleset sedikit dan mengenai bahu Heng.
Aturan bertarung ONE Championship sendiri menggunakan kumpulan aturan Global MMA yang memadukan kombinasi praktek terbaik dari aturan Asia (PRIDE) dan Non-Asia (Unified Rules of MMA).