Mengalami cedera dengan waktu sebulan jelang Olimpiade, Bolt justru tak mengeluh. Bolt tetap menunjukkan sikap optimistis dengan mengunggah foto dirinya memulai proses penyembuhan beberapa saat setelah dirinya divonis cedera.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pada akhirnya Bolt mampu mengikis kekhawatiran itu dengan sangat baik.
Masuk ke babak semifinal, Bolt mulai bertarung dengan mengerahkan seluruh kemampuannya. Bolt kembali jadi yang tercepat dengan catatan waktu 9,86 detik. Catatan ini sendiri merupakan waktu terbaik Bolt di tahun 2016.
Masuk ke babak final, Bolt sudah ditunggu rival-rivalnya seperti Justin Gatlin, Andre De Grasse, dan Yohan Blake.
Tak seperti empat tahun lalu di London, Bolt malah terlihat lebih rileks menjalani final kali ini. Ia bisa melaju dengan baik begitu perlombaan dimulai. Meskipun sempat tertinggal di awal perlombaan, Bolt mampu menjadi pelari pertama yang menyentuh garis finis dengan catatan waktu 9,81 detik.
Catatan 9,81 detik masih jauh dari waktu terbaiknya yang ada di angka 9,58 detik. Tetapi torehan waktu itu sudah cukup mengantar Bolt jadi juara Olimpiade nomor 100 meter yang ketiga kalinya. Bolt pun makin mengukuhkan statusnya sebagai legenda.
Cerita bahagia Bolt bisa terus berlanjut bila ia mampu kembali berjaya di nomor 200 meter dan 4x100 meter estafet. Pada dua Olimpiade sebelumnya, Bolt juga meraih emas di dua nomor tersebut. (ptr)